Mengatasi Anak-anak yang Tidak Mau Pakai Selimut
Hadist yang Berkaitan dengan Kaki
"Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah Abu Thalib, ia memakai dua sandal neraka yang cukup mendidihkan otaknya,’" (HR Muslim)
Apakah kaki 'termostat' manusia? Atau terdapat termo-reseptor khusus di kaki?
Pengalaman Kaki sbg 'Termostat'
Saya iseng cek kaki anak untuk mengukur apakah bisa diselimuti atau tidak. Jika suhu kakinya hangat, ga akan bisa diselimuti. Belum juga 5 menit, selimut akan ditendang. Jika suhu kakinya standar, ga dingin ga hangat, selimut jiga ga bertahan lama. Tapi jika suhu kakinya dingin, mereka bisa diselimuti dan selimut bisa bertahan rada lama.
Anak-anak kami punya atopi. Saat mereka batuk pilek, rentan jadi sesak. Apalagi dahulu kami tinggal di daerah yang cukup dingin, pada malam hari sesaknya lebih sering muncul. Saya perhatikan jika mereka badannya hangat, sesaknya ga kambuh atau ringan. Masalahnya mereka sulit diselimuti. Sebentar pakai selimut, lalu ditendang. Saya mensiasati menyelimuti tapi dengan membuka kaki mereka. Jadi kakinya 'kedinginan' dan badan hangat. Alhamdulillah metode tersebut membuat selimut bertahan lama. Alhamdulillah juga mengurangi angka kejadian sesak mereka. Sekarang jika saya ingin anak2 pakai selimut dan tidak ada penolakan pakai selimut, "Pakai selimut ya tidurnya, tapi kakinya ga usah ditutup"
SC ke-4 dengan anestesi epidural, kaki serasa baal. Keluar ruang operasi dengan menggigil kedinginan, diselimuti beberapa selimut biar hangat. Setelah 1 jam badan merasa kepanasan. Lalu buka selimut. Namun kaki masih terasa kedinginan. Padahal sebenarnya seluruh tubuh sudah hangat. Tapi karena kaki baal, 'termoreseptor' kaki tidak mengetahui jika sebenarnya suhu seluruh tubuh sudah hangat.
Tampaknya, 'termoreseptor' kaki bisa jadi inspirasi untuk dilakukan penelitian.
Ini tulisan pertama. Maaf tata bahasa masih kacau. Dengan otak kanan yang terlalu timpang dan otak kiri yang terlalu dominan, sehingga mempengaruhi 'kecerdasan' berbahasa. Semoga dengan terus berlatih, bisa memperbaiki tata bahasa agar semakin baik. Aamiin.
Adapun kebenaran isi masih debatable, perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan kebenarannya.
Penulis: Lenny Oktorina
Dosen fisiologi FK Unpas.
Komentar
Posting Komentar