Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Khitan Anak Perempuan

 Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Ummu Athiyah (wanita tukang khitan):  “Khitanlah dan jangan dihabiskan (jangan berlebih-lebihan dalam memotong bagian yang dikhitan) karena yang demikian lebih cemerlang bagi wajah dan lebih menyenangkan (memberi semangat) bagi suami” [Shahih, Dikeluarkan oleh Abu Daud (5271), Al-Hakim (3/525), Ibnu Ady dalam Al-Kamil (3/1083) dan Al-Khatib dalam Tarikhnya 12/291)] Salah satu teknik bisa dilihat di sini. https://www.youtube.com/watch?v=N1K9TRTl86M  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ummu ‘Athiyah, “Jika Engkau berkhitan, maka potonglah sedikit, jangan dipotong sampai habis. Karena hal ini lebih menyegarkan wajah dan lebih menyenangkan bagi sang suami.” Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Khathib Al-Baghdadi (5/327) dan di dalam sanadnya terdapat Zaidah bin Abi Raqad. Syaikh Musthafa Al-‘Adawi menilai hadits ini munkar, namun dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-shahihah (hadits no. 722). Juga di...

LGBT, Islam vs Kesehatan

Gambar
Toleransi terhadap LGBT demi penurunkan penularan HIV? Dalam diskusi pembahasan materi LGBT dalam pandangan Islam dan Kesehatan, kemudian ada pendapat: 1. LGBT dalam pandangan islam dan kesehatan itu ga sama.  2. Mengusulkan pembicara X, karena LGBT itu perlu dirangkul dan tidak boleh dihakimi. Banyak yang mental dan loss of theraphy karena merasa dihakimi. Banyak mereka yang jadi korban. 3. Bahkan ada yang bertekad balas dendam dengan menyebarkan virus tersebut (berhubungan dengan gay sebanyak mungkin).  4. Mereka itu ada komunitas2nya. Ada komunitas ODHA bagi yang terkena HIV AIDS, 5. Kita perlu mengedukasi agar menggunakan kondom dalam berhubungan seks agar tidak menularkan hiv dan penyakit menular lain.  6. Hanya 5 pendapat diatas yang saya ingat. Pendapat pribadi saya 1. Pandangan Islam dan kesehatan mayoritas tidak bertentangan. Jika liwath tidak dilakukan, penyebaran HIV dikalangan LGBT otomatis turun. Jika liwath sering terjadi, infeksi hiv dan infeksi kelamin lai...

Hedonic treadmill

Hedonic treadmill pas buat menjelaskan sifat manusia yang tidak pernah merasakan puas. Dulu membuat target untuk punya rumah. Setelah dapet rumah dan mendapatkan kesenangan, tapi ternyata kesenangan itu cuma mampir SEBENTAR. Dulu pernah punya target punya tv 4K 55 inchi, setelah dapet perasaan jadi bahagia banget, tapi bahagia akibat punya tv itu juga cuma SEBENTAR. Dulu pengen punya mobil mewah, pas punya seneng banget, tak lama jadi merasa biasa. Dulu pernah masang tujuan buat dapat nominal tabungan 200 juta, setelah tercapai tujuan tersebut perasaan gembira luar biasa pun datang. Tapi gembiranya itupun SEBENTAR saja, ga pake lama. Setelah tercapai tujuan materialistis tersebut, maka kita beradaptasi terhadap keadaan baru itu sehingga ia menjadi keadaan normal. Di situasi normal ini perasaan senang, happy, excited karena tercapainya target tadi  berangsur HILANG. Bertahun-tahun kita menunggu punya mobil idaman, tapi ketika mobil idaman berhasil diperoleh, setiap hari dipakai, se...